Jahat. Kejam. Itulah hidupku. Tiada hari tanpa cobaan. Tiada nikmat di
setiap hariku. Memangnya Kau anggap aku ini apa? Udara kotor yang tak
terlihat namun dibenci? Atau debu kecil yang tak pernah dihiraukan?
Hei! Pantaskah kita berpikiran atau berkata seperti itu? Tidak.
Kenapa? Kamu masih bertanya? Kamu kemanakan otakmu? Seharusnya, kamu
yang bertanya kepada dirimu sendiri. Apakah otakmu itu udara kotor yang
tak terlihat namun dibenci? Atau debu kecil yang tak pernah dihiraukan?
Sampai-sampai, kamu lupa menggunakannya. Kamu lupa kalau organ vital itu
adalah nikmat yang harganya tak ternilai. Dan pasti, kamu tidak akan
bisa membelinya. Itu baru otak. Perlukah disebutkan satu-satu nikmat
yang ada pada dirimu? Jika memang perlu, mungkin tidak akan bisa dijabarkan satu per satu karena nikmat yang ada pada diri kita sangat banyak dan tak bisa dihitung dengan jari.
Jadi, ubahlah jalan pikiranmu. Ingatlah bahwa tidak
ada manusia yang hidup tanpa kenikmatan. Seburuk-buruknya nasibmu, kamu
masih punya nikmat yang tidak perlu dicari. Nikmat itu melekat dan ada
di dalam tubuhmu. Marilah kita bersyukur.
- Feen❤