Sunday, March 24, 2013

Nikmat

Jahat. Kejam. Itulah hidupku. Tiada hari tanpa cobaan. Tiada nikmat di setiap hariku. Memangnya Kau anggap aku ini apa? Udara kotor yang tak terlihat namun dibenci? Atau debu kecil yang tak pernah dihiraukan? 

Hei! Pantaskah kita berpikiran atau berkata seperti itu? Tidak. Kenapa? Kamu masih bertanya? Kamu kemanakan otakmu? Seharusnya, kamu yang bertanya kepada dirimu sendiri. Apakah otakmu itu udara kotor yang tak terlihat namun dibenci? Atau debu kecil yang tak pernah dihiraukan? Sampai-sampai, kamu lupa menggunakannya. Kamu lupa kalau organ vital itu adalah nikmat yang harganya tak ternilai. Dan pasti, kamu tidak akan bisa membelinya. Itu baru otak. Perlukah disebutkan satu-satu nikmat yang ada pada dirimu? Jika memang perlu, mungkin tidak akan bisa dijabarkan satu per satu karena nikmat yang ada pada diri kita sangat banyak dan tak bisa dihitung dengan jari.

Jadi, ubahlah jalan pikiranmu. Ingatlah bahwa tidak ada manusia yang hidup tanpa kenikmatan. Seburuk-buruknya nasibmu, kamu masih punya nikmat yang tidak perlu dicari. Nikmat itu melekat dan ada di dalam tubuhmu. Marilah kita bersyukur.

- Feen

No comments:

Post a Comment