Setelah sekian lama berniat untuk
menulis tentang kepribadian introvert, akhirnya gue berhasil merealisasikannya
sekarang karena ada sesuatu yang nge-triggered
gue. Beberapa waktu lalu, gue melihat pesan anonim di sebuah official account. Isinya kurang lebih
menceritakan tentang curhatan seorang introvert yang nggak pede untuk
berorganisasi. Segala stereotipe tentang orang introvert tampaknya
mengendalikan mental dan pikiran dia. Akibatnya, dia bener-bener menjadi
minder, malu, dan nggak pede untuk terjun ke organisasi. Dia takut untuk
bersosialisasi dan menyuarakan pemikiran dan ide-idenya. Bertemu dan bergaul
dengan banyak orang baru menjadi momok yang menakutkan buat dia. Akhirnya, dia
nggak berani berorganisasi sama sekali.
Gue sangat bisa relate dengan orang tersebut karena dulu
gue pernah mengalami masa-masa itu. Menurut gue, hidup menjadi seorang
introvert itu cukup melelahkan. Cukup banyak tantangan yang gue udah temui
selama 19 tahun menjadi seorang introvert. Tapi jujur aja, semua tantangan yang
udah gue lewati mampu mendewasakan pikiran gue dan membangun gue menjadi orang
yang tahan banting. Salah satu tantangan yang paling berat adalah membentengi
diri dari berbagai stereotipe tentang orang introvert supaya mental dan pikiran
gue nggak terpengaruh. Orang introvert seringkali distereotipkan sebagai orang
yang kurang bisa bergaul, awkward,
nerd, minder, dan nggak punya kemampuan buat bersosialisasi.
Jujur aja, waktu jaman SMP awal
gue pernah terpengaruh stereotipe tersebut. Kondisi mental dan pikiran gue
kurang lebih sama seperti orang yang gue ceritakan di atas. Kalau lagi kumpul
ekstrakurikuler gue lebih banyak menyendirinya. Saat itu, gue, nggak tahu
kenapa, takut banget sama pemikiran orang tentang gue. Gue takut kalau gue
nimbrung sama orang, orang itu nggak akan welcome
sama gue. Gue takut sakit hati. Akibatnya, gue pun menutup diri. Kalau gue
inget masa-masa itu, gue ngerasa bodoh banget. Bisa-bisanya gue punya ketakutan
yang nggak berdasar, padahal gue belum mencoba sama sekali untuk dekat sama
orang-orang itu. Suatu ketika, gue ketemu salah satu kakak kelas yang dulu
bergabung di ekstrakurikuler yang sama terus dia nanya gini ke gue, “Fin, kenapa,
sih, dulu kamu jarang gabung sama kita-kita? Padahal, mah, harusnya gabung aja.
Kita seru-seruan bareng.” Gue ngerasa makin bodoh karena ternyata ketakutan gue
dulu terbukti salah. Terus gue mikir kenapa juga gue harus takut sama mereka.
Kita itu kan sama-sama manusia, sama-sama makan nasi, sama-sama hidup di bumi,
sama-sama ciptaan Allah. Harusnya yang gue takutkan itu Allah, bukan mereka. Sejak
saat itu, gue secara perlahan mulai membangun rasa percaya diri gue.
Selama beberapa tahun, gue jatuh
bangun membentuk rasa percaya diri dan membentengi diri dari berbagai
stereotipe yang ada supaya nggak minder. Gue mencoba untuk lebih mempercayai, menghargai
dan, mencintai diri gue sendiri. Gue belajar untuk percaya diri dalam
berorganisasi. Gue belajar untuk nggak peduli sama kritik-kritik yang nggak
membangun dan nyinyiran dari orang-orang. Gue akui semua proses itu susah
banget dan melelahkan. Tapi, semua itu worth
it karena gue akhirnya bisa hidup sebagai orang yang percaya diri dan tahan
banting. Gue akhirnya bisa menjadi orang yang dipercaya dan diandalkan saat
berorganisasi. Dan yang paling penting, gue bisa bangga dan bahagia hidup
sebagai orang introvert.
Intinya, gue mau membuktikan
bahwa orang yang memiliki kepribadian introvert itu nggak melulu kurang bisa
bergaul, awkward, nerd, minder, dan nggak
punya kemampuan buat bersosialisasi kok. Lagipula, siapa bilang orang extrovert
nggak pernah minder? Banyak juga, kok, temen-temen gue yang extrovert tapi
pernah ngerasa minder. Semua itu balik lagi ke mental dan pola pikir
masing-masing orang, sama sekali nggak ada hubungannya dengan kepribadian introvert atau extrovert. Kalau begitu, terus perbedaan orang introvert dan extrovert itu apa
dong? Nah, perbedaannya adalah cara kita mendapatkan energi dan semangat. Orang
introvert mendapatkan energi dan semangat ketika mereka sedang menyendiri atau me-time. Sedangkan, orang extrovert
biasanya mendapatkan semua itu ketika mereka berkumpul dengan orang banyak.
Gitu, sih, yang gue tahu. Kalau salah, mohon dikoreksi.
Terakhir, gue mau berpesan buat
kalian para introvert yang masih ngerasa kurang percaya diri, semangat berubah ya!
Gue aja bisa membangun rasa percaya diri, masa kalian nggak? Pasti kalian juga
bisa! Jangan pernah berpikiran kalau jadi orang introvert itu sebuah hal yang negatif. Banyak, loh, orang-orang introvert yang keren dan hebat, contohnya Kak Gita Savitri Devi, Kak Alanda Kariza, Kak Bernard Batubara, dan masih banyak lagi. Kalau nggak percaya, coba deh searching di google. Terus gue juga mau bilang bahwa berorganisasi, bertemu, dan bergaul
dengan banyak orang itu nggak semenakutkan yang kalian pikir kok. Kalau ada
orang yang berpotensi menjatuhkan mental kalian, abaikan aja. Tapi, kalau ada
yang memberikan kritik membangun, terima dengan senang hati karena itu bentuk
kepedulian mereka kepada kalian kok. Semangat!
Terus, buat kalian semua yang
sudah merasa percaya diri, tolong temen-temennya yang masih suka minderan tuh
dirangkul dan diberi motivasi. Dukungan dari kalian semua, tuh, sangat
berpengaruh positif buat mereka. Jangan malah dinyinyirin dan diremehin. Terima
kasih.
No comments:
Post a Comment